Apa Definisi Kekayaan Intelektual

Rupanya definisi dari kekayaan intelektual bukan seperti yang sebagian besar orang pikirkan. Orang yang kaya ilmu serta mempunyai latar belakang pendidikan tinggi ataupun riwayat pekerjaan hebat. Ya, emang benar sekali bila intelektual kuat keterkaitannya dengan keahlian serta kecerdasan otak manusia. Namun definisi kekayaan intelektual adalah hasil dari kemampuan berpikir seseorang yang dituangkan dengan cara langsung, entah itu benda berwujud maupun tidak berwujud. Terdapat sangat banyak bentuk kekayaan intelektual tersebut, diantaranya misalnya karya sastra, karya tulis, invensi di dunia teknologi, science, karya seni, musik, dan yang lainnya. Apa-apa yang dibuat oleh manusia asalkan itu murni datang dari hasil pemikirannya pribadi tanpa meniru orang lain maka bisa digolongkan jadi kekayaan intelektual. Walaupun begitu, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi supaya hal itu dapat dikatakan sebuah kekayaan intelektual. Salah satunya ialah bisa diakui serta bermanfaat untuk masyarakat luas.

Hak Kekayaan Intelektual

Sebab definisi kekayaan intelektual sendiri ialah sebuah karya hasil pikiran seorang maka hal itu bisa dipergunakan, dialihkan, atau malah dijual beli dengan gampangnya. Pastinya amat miris sekali bila ada orang yang berani mengatasnamakan hasil buatan orang lain ‘kan? Terlebih lagi bila sampai dipergunakan dengan tidak bertanggung jawab. Seperti saja di copy kemudian diperjualbelikan untuk meraup untung pribadi. Karenanya, untuk terhindar dari adanya penyalahgunaan atas kekayaan intelektual seorang maka dibuatlah HKI alias Hak Kekayaan Intelektual. Untuk Kamu yang punya sejumlah karya ataupun penemuan, bisa segera mengajukan permohonan serta mendaftarkan karya itu. Semua negara di seluruh dunia pun sudah mempunyai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk memprotek keaslian dari karya orang lain.

Disamping itu, adanya hukum itu pun dapat menghindari tindakan korupsi yang mana mencuri hak pencipta untuk memperoleh keuntungan sendiri. Definisi kekayaan intelektual tidak cuma mencakup karya-karya yang bersifat nyata ataupun berwujud. Misalnya di sebuah karya seni berbentuk lukisan, gambar, karikatur, ataupun penemuan teknologi semacam robot, pesawat terbang, mobil, dan juga lain lainnya. Rupanya ada juga hasil kekayaan intelektual yang bisa dikatakan abstrak ataupun tidak berwujud. Seperti saja seputar terdapatnya hak paten atas satu rumah, tanah ataupun lahan, dan wilayah tertentu. Atau dapat juga bentuk kekayaan intelektual abstrak yakni brand dari sebuah produk, semacam pakaian, sepatu, tas, make up, dan sejenisnya. Nah, harus juga Kamu paham bila adanya ketentuan seputar Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia sudah ada dari tahun 1840. Yang memperkenalkannya pertama kali malah para pemerintah kolonial Belanda, dengan harapan untuk memprotek karya-karya yang dibuat dengan susah payah. Mulanya HKI itu cuma berkonsentrasi mengatur seputar hak paten atas wilayah, tanah, serta kantor saja. Tapi usai Indonesia merdeka, aturan tadi makin berkembang serta mencakup banyak bidang. Kemudian, sampai saat ini aturan itu masih dipergunakan dalam bermacam-macam bidang, misalnya ekonomi, musik, industri, seni, sastra, dan lain-lain.

Hak Paten

Menurut definisi kekayaan intelektual, setiap orang sebetulnya dapat mendaftarkan karyanya semoga memperoleh perlindungan HKI. Asalkan objek intelektual itu memang murni sebuah karya asli, tidak meniru orang lain, bisa ditetapkan serta tentunya bermanfaat untuk masyarakat luas. Disamping itu, hasil pemikiran itu pun bisa menunjang kehidupan manusia dan mempunyai nilai. Seperti dituliskan disini Dari definisi kekayaan intelektual itu sendiri, kita pun jadi tahu alangkah pentingnya mempunyai HKI. Terdapatnya Hak Kekayaan Intelektual ini sendiri dapat jadi satu apresiasi atas hasil pemikiran seseorang, yang mana mereka sudah bersusah payah mendapatkan sedangkan membuat suatu karya tertentu. Lalu supaya mencegah terjadinya tindakan peniruan serta plagiat yang bisa merugikan si pencipta serta masyarakat lainnya.

Dari definisi kekayaan intelektual yang harus diperhatikan ialah sangat pentingnya menjaga serta menghargai karya dari orang lain. Apa lagi ada sangat banyak kasus penyalahgunaan hak cipta di Indonesia. Hal ini pastinya jadi satu pembelajaran baik untuk masyarakat atau si pencipta tersebut. Bila tidak ingin hasil temuan Kamu dikenakan orang lain maka lekas mengajukan satu permohonan supaya karya itu disahkan secara hukum. Dengan demikian, orang lain yang berupaya memperbanyak serta memperjualbelikan karya Kamu maka bakal segera berhadapan dengan hukum yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.